
Penilain Rudy Hartanto tentang Indonesia yang saat ini belum memiliki pemain tunggal putra berkelas terbukti benar, pasalnya di nomor ini sangat minim dalam menyumbangkan gelar bergengsi seperti Kejuaran Dunia ataupun Olimpiade.
"Karakter pemain itu sendiri memang yang paling penting buat juara. Saat ini tunggal putra belum ada kelas dunia. Indonesia juga punya banyak bibit, tapi tidak muncul dengan sendirinya. Contohnya cina, mereka sengaja menggali dan menjemput bibit-bibit muda. Kalau kita kan sekarang hanya bergantung pada klub." Kata Rudy di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah, Jakarta barat pada Minggu 5 agustus lalu.
Menurutnya, Indonesia harus mulai menyaring bibit-bibit muda dari sekolah dasar. Ia menambahkan bahwa sekolah adalah sarana yang paling tepat untuk mencari bibit-bibit itu. Tak hanya pendidikan formal yang didapat dibangku sekolah, pendidikan jasmani pun sudah didapat sejak duduk dibangku sekolah. Dalam hal ini pemerintah juga harus berperan dalam memperkenalkan olahraga ke masyarakat.
"Kita itu banyak potensinya, Berapa sih budgetnya untuk olahraga? semuanya balik lagi ke pemerintah. Pemerintah kita terlalu pelit terhadap olahraga. melakukan pembinaan masal, memasyarakatkan olahraga ini sangat penting." ujar sang peraih delapan kali juara all england ini.
Penduduk Indonesia yang berjumlah lebih dari 250 juta jiwa ini tidak mungkin kurang akan bakat-bakat potensial. Ia pun bahkan sedikit terkejut bahwa Indonesia hanya menargetkan peringkat sepuluh dalam Asian Games Jakarta-Palembang 2018. Indonesia tidak mungkin kalah dari jumlah dari Jepang atau Korea Selatan jika dilihat dari jumlah penduduk.
"Dalam dunia olahraga Indonesia ada kepincangan, olahraga itu bergantung pada manusia. Manusia yang banyak ini seharusnya bisa meraih peringkat tiga, yaa minimal peringkat lima lah." jelasnya lagi.
Sumber : akurat.co
Tidak ada komentar:
Posting Komentar