Minggu, 08 Desember 2019

Peringati Hari Kesehatan Nasional, BNI Bagikan Ambulans Gratis

Gaet Seniman Nus Salomo, BNI Bagikan Ambulans Desain Khusus
Seniman Nus Salomo menjelaskan kepada anak-anak gambar yang dibubuhkan pada ambulans yang didesain khusus (Foto: dok. BNI)

BNI Berbagi kini kembali dilakukan oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI). Dimana dengan desain khusus buatan seniman Nus Salomo, BNI memberikan bantuan mobil ambulans.

Seperti yang dilansir dari laman news.detik.com, Nus Salomo juga bekerja sama dengan tiga seniman muda dan seorang anak survivor kanker untuk menciptakan seni instalasi Urban Underground Art.

Dimana penyerahan ini dilakukan bersamaan dengan acara gerakan sosial bersama komunitas bernama BNI KEJAR atau Kenali Sejarah, Raihlah Mimpimu. Hingga akhir 2019, BNI telah membagikan 31 ambulans di seluruh Indonesia.

"Selain memperingati hari Kesehatan Nasional, dalam BNI KEJAR kali ini mengajak generasi muda untuk memperingati hari Pahlawan dengan cara membantu mewujudkan berbagai aktivitas edukasi bagi anak-anak," tutur Corporate Secretary BNI Meiliana, dalam keterangan tertulis.

Dalam acara ini juga, anak-anak survivor kanker, anak-anak difabel, serta siswa-siswi sekolah dasar untuk menjaga lingkungan dengan cara mengolah limbah agar lebih kreatif.

BNI juga turut mengembangkan bank sampah dengan mengusung tema 'Program Ayo Menabung dengan Sampah' dan diterapkan di 5 Wilayah dan 1 Kabupaten yaitu Kota Administratif Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Kabupaten Kepulauan Seribu.

Dengan program ini, BNI berhasil meraih Padmamitra+ Award 2019. Dan juga telah mengaktifkan Agen46 di sekitar 200 bank sampah di seluruh DKI Jakarta. Hal yang sama juga dilakukan dibeberapa kota lainnya, antara lain sekitar 26 Agen46 yang dibuka di bank-bank sampah yang ada di Yogyakarta.

Dan akhirnya upaya berkelanjutan yang dilakukan BNI untuk mengampanyekan gaya hidup sehat dengan mencintai lingkungan sekaligus mendekatkan pelayanan perbankan dengan masyarakat akan tercapai.

Sumber: news.detik.com

Bersama Polda Maluku, BNI Ambon Lakukan Penandatangan MOU

Image result for BNI Cabang Ambon Berhasil Melaksanakan MOU Bersama Polda Maluku
Google.com | Tribratanews - Polri

Penandatanganan MOU telah berhasil dilakukan antara Polda Maluku dengan Pimpinan BNI Ambon di Rupattama Polda Maluku, rabu (2/8/2017).

Melansir dari laman tibratanews.polri, pelaksanaan penandatanganan tersebut dilakukan oleh Polda Maluku, Kapolda Maluku Irjen Pol. Drs. Deden Juhara. Yang saat itu juga didampingi Waka Polda Maluku Brigjen Pol. Drs. Daniel Pasaribu dan Drs. M. Rubani, A.,k, M. M. (Ka BNI Makassar).

Sedangkan dari pihak BNI Ambon dilakukan oleh Ibu Dionne.E.E. Lamongan dan disaksikan oleh Para pejabat yang hadir, jelas Kabid Humas Polda Maluku AKBP. A.R. Tatuh.

Dalam sambutannya, Kapolda Maluku menyatakan bahwa pelaksanaan penandatanganan MOU ini merupakan tindak lanjut yang telah dilaksanakan oleh pimpinan Polri dengan Pimpinan BNI Pusat. Sehingga wujud tindak lanjut dari petunjuk pimpinan Polri, jelasnya.

Maka dari itu, untuk peningkatan akuntabilitas dan transparansi serta pengamanan dan pelayanan bidang keuangan dalam pembayaran gaji dan tunjangan kinerja kepada anggota dan PNS Polri. Hal ini akan dilakukan secara langsung ke rekening masing-masing anggota dan PNS yang bersangkutan melalui Bank Pemerintah. Salah satunya adalah BNI Ambon.

Dengan dilaksanakannya MOU ini, Kapolda mengharapkan jika PT. Bank BNI yaitu BNI Ambon dapat terus meningkatkan pelayanannya kepada seluruh personil Polda Maluku dan khususnya Personil Brimob dan Maluku.

Sementara itu Ka BNI Makassar dalam sambutannya antara lain menyatakan bahwa pelaksanaan MOU antara Polda Maluku dengan BNI Ambon dalam rangka kerjasama untuk menunjang pelayanan produk dan jasa perbankan bagi Kepolisian Daerah Maluku. Hal ini juga merupakan tindak lanjut kerjasama yang sudah dilakukan antara Polri dan Bank BNI yang telah ditandatangani di Jakarta, jelasnya.

Untuk itu tambahnya, pelaksanaan pembayaran transaksi perdana oleh Sat Brimobda Maluku dengan digunakan berupa kartu Debit BNI – Polri Promoter, yang mana kartu ini telah didesain khusus PROMOTER sesuai dengan visi misi Polri yaitu “Profesional, Modern, dan Terpercaya”. urainya.

Acara diakhiri dengan pemberian Cendramata dari Kapolda kepada Ka BNI Makassar, dan sebaliknya serta dilanjutkan dengan foto bersama. kegiatan berlangsung lancar dan aman.

BNI Ambon Akan Terus Berikan Kenyamanan dan Kepercayaan Kepada Nasabahnya

Image result for bni
Google.com

Sempat mengalami permasalahan, Bank Negara Indonesia (BNI) 46 cabang Ambon menegaskan bahwa semua dana nasabah tetap aman.

Hal ini dikatakan langsung oleh Direktur Bisnis Korporasi BNI, Putrama Wahju Setyawan. Ia mengatakan bahwa yang terjadi di BNI Ambon tidak akan menyebabkan dana nasabah hilang. Dan menurutnya, ada sejumlah faktor yang menjadi sebab nasabah tak perlu khawatir dengan BNI.

Dimana layanan perbankan BNI khususnya BNI Ambon akan tetap berjalan normal. Dan kepercayaan sebagian besar nasabah tetap terjaga yaitu dengan adanya jumlah transaksi masuk (menabung) lebih besar dibandingkan jumlah transaksi keluar. Dan terakhir, BNI Ambon akan selalu menjaga ketersediaan uang tunai yang dapat digunakan masyarakat melalui berbagai channel, termasuk mesin ATM selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu.

"Pelanggaran yang terjadi di Ambon adalah kasus yang memiliki dampak minimal terhadap operasional dan ketersediaan dana di BNI," kata dia, yang akrab disapa Putrama itu dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 19 Oktober 2019.  

Adanya permasalahan yang terjadi di BNI Ambon ini, dikatakannya masih diselidiki pihak kepolisian. Dan berdasarkan penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, adanya kinerja BNI Ambon terlihat.

Dimana animo masyarakat untuk menabung dan menggunakan layanan transaksi digital (digital service transaction) BNI Ambon cukup tinggi. Hal ini terlihat dari kinerja Dana Pihak Ketiga yang dihimpun di seluruh outlet di bawah koordinasi BNI Kantor Cabang Ambon.

Data per September 2019 menunjukkan, DPK yang dihimpun di BNI Ambon dan sekitarnya tumbuh sebesar 20,06 persen secara Year on Year (YoY) dibandingkan DPK yang terkumpul selama tahun 2018. 

“DPK yang tumbuh merupakan salah satu indikator penting dalam mengukur kepercayaan masyarakat terhadap BNI,” ujarnya.

DPK BNI tersebut sebagian besar ditopang pertumbuhan tabungan dan giro yang merupakan sumber dana murah. BNI Ambon mencatat, di Ambon dan sekitarnya terjadi pertumbuhan tabungan dan giro masing-masing sebesar 19,99 persen dan 27,96 persen secara YoY.

Sumber: Viva.co.id

Kamis, 05 Desember 2019

Tak Sholat Jumat, 6 Warga di Malaysia Ini Dipenjara

Hasil gambar untuk Tak Sholat Jumat, 6 Warga di Malaysia Ini Dipenjara
Google.com

Akibat meninggalkan sholat jumat, sebanyak 6 pria di Terengganu, Malaysia, dijatuhi hukuman penjara 1 bulan. Diketahui keenam pria itu kedapatan menghabiskan waktu untuk piknik di air terjun saat waktu sholat Jumat.

Tak hanya dipenjara, mereka juga didenda sebesar RM 2.400 (Rp8 juta) hingga RM 2.500 (Rp8,4 juta). Di bawah hukum syariah Malaysia, mereka dapat dipenjara maksimal 2 tahun.

Seperti yang dilansir dari laman Akurat, kasus ini akhirnya menimbulkan kekhawatiran baru atas meningkatnya koservativisme di negara tersebut. Mereka saat ini belum ditahan dan akan mengajukan banding atas hukuman tersebut.

Menurut ajaran agama Islam, melaksanakan salat Jumat adalah wajib bagi pria, namun belum pernah ada hukuman pidana bagi mereka yang melewatkannya.

"Meninggalkan salat Jumat adalah masalah personal. Meski hal seperti itu tidak patut di masyarakat muslim, hukuman pidana adalah hal yang berlebihan dan bukan cara yang benar untuk menangani itu," kata Zaid Malek dari kelompok HAM Lawyers for Liberty.

Kasus ini membuat masyarakat menyoroti terkikisnya toleransi di masyarakat Malaysia. Malaysia memiliki dua jalur sistem hukum, pengadilan syariah menangani beberapa kasus untuk warga Muslim.

Sekitar 60 persen dari 32 juta penduduk Malaysia adalah Muslim etnis Melayu dan negara ini juga merupakan rumah bagi komunitas etnis India dan China, yang biasanya tidak menganut Islam.

Sumber: Akurat.co 

Kampanye Go Green, BNI Adakan Gerakan Sosial BNI Kejar

Dwi Sasono & Melanie Subono Kunjungi BNI KEJAR
CNBC

Gerakan BNI Kejar atau Kenali Sejarah kini diadakan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) bersama berbagai komunitas menyelenggarakan gerakan sosial dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional dan Hari Pahlawan Nasional.

Seperti yang dilansir dari laman cnbc, acara yang dimulai 24 November hingga 1 Desember 2019 ini menghadirkan musisi-musisi kenamaan di tanah air, seperti Melanie Subono dan penampilan menarik dari The Sasono. Dwi Sasono yang ditemui pada saat acara mengungkapkan "Acaranya keren dan semangat sekali! Di sini ada banyak gambar-gambar pahlawan, dan yang lebih menyenangkan buat saya, melalui acara seperti ini anak-anak yang mengisi acara bisa belajar tampil di depan umum. Harus sering-sering buat acara seperti ini!"

Selain itu, Dru personel The Sasono yang juga putra dari pasangan Aktor Dwi Sasono dan Musisi Widi Mulia menuturkan "Saya sangat senang bisa melihat mural-mural, grafiti, dan gambar Bung Karno di bambu. Lalu ternyata dibuatnya menggunakan barang recycle."

Instalasi Seni yang dibuat menggunakan sampah ini sejalan dengan kampanye BNI Go Green untuk membudayakan pola hidup cinta lingkungan. Cinta lingkungan tersebut diajarkan dengan membudayakan Pemanfaatan kembali Sampah (Reuse, Reduce, Recycle atau 3R).

Melalui prinsip tersebut, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah yang tidak berguna, melainkan dapat ditinjau ulang dan diolah menjadi barang yang memiliki nilai tambah lebih besar. Dalam hal ini, sampah tersebut diolah menjadi sebuah karya seni yang mengandung nilai edukasi tinggi sekaligus hiburan.

"Instalasi seni dari daur ulang sangat bagus, karena masalah terbesar kita adalah sampah. Dengan kreativitas sebenarnya banyak barang yang kita pikir sudah tidak berguna ternyata masih bisa dikreasikan menjadi lebih berharga. Dan salah satu cara untuk edukasi yang baik adalah dengan lewat seni." Ucap Melanie Soebono.

"BNI memang memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan. Karena itu, kegiatan BNI KEJAR kali ini juga memamerkan instalasi karya seni bertemakan pahlawan nasional seperti Soekarno dan Sudirman yang dibuat menggunakan material bambu serta mengembangkan Bank Sampah sebagai bentuk cinta lingkungan sekaligus literasi keuangan," tutup Corporate Secretary BNI Meiliana.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bersama Kemsos, BNI Ambon Berikan Pengobatan Gratis

Image result for bni ambon
AyoBandung.com

Bank BNI Ambon kini kembali memanjakan warga Ambon. Sebanyak 500 warga Kota Ambon kini bisa mendapat pengobatan gratis dari tim dokter dan perawat Kodam Pattimura yang telah disiapkan oleh BNI Ambon.

Tak hanya Bank BNI Ambon saja, Kementerian Sosial Republik Indonesia juga turut memberikan bantuan tambahan berupa 500 paket sembako. Acara Bhakti Sosial Pengobatan Umum ini digelar sebagai acara bersama antara Yayasan Pundi Amal dan Peduli Kasih SCTV/Indosiar dan BNI. Yang juga berkenaan dengan Peringatan Hari Pers Nasional itu diselenggarakan di Kantor Desa Hukurila, Kecamatan Leitimur Selatan, Ambon, Maluku, Rabu (8/2/17).

Acara BNI Ambon ini juga dihadiri oleh Menteri Sosial RI Khofifa Indar Parawansa, Panglima Daerah Militer Pattimura Mayor Jenderal TNI Doni Monardo, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Margiono, dan Pemimpin BNI Wilayah Makassar Slamet Djumantoro seperti yang dilansir oleh laman Indonesiasatu. 

"Untuk menjaga agar masyarakat tetap sehat,  kami memberi tambahan nutrisi untuk seluruh peserta pengobatan gratis tersebut,  seperti susu, telor, roti, dan biskuit," ujar Kiryanto, Corporate Secretary BNI.

Pada kegiatan yang dilaksanakan BNI Ambon ini, Menteri sosial menyempatkan diri berkeliling dan menyapa satu per satu warga yang hadir untuk berobat kepada dokter dan perawat yang dihadirkan panitia. Mensos menyapa dan berdialog dengan warga Hukurila yang sangat antusias bertemu dengannya.

"Saya keliling Indonesia, sudah melihat ciri khas daerah di Indonesia. Kalau di Ambon ini ada Pela Gandong. Kekayaan Indonesia ini sangat banyak, harus dipertahankan. Kegiatan sosial semacam ini harus didukung terus," kata Khofifa.

Kampanyekan Hidup Sehat, BNI Ajak Masyarakat Jalani Gerakan Menabung Sampah

Image result for BNI Ajak Masyarakat Untuk Memanfaatkan Sampah Sebagai Sumber Penghasilan, Caranya?
BNI

Setelah sukses melakukan kegiatan donor darah yang dilakukan oleh BNI Ambon. Kini Bank BNI kembali menggelar kegiatan yang mengkampayekan gaya hidup sehat.

Bukan BNI Ambon lagi kali ini, dengan memperkenalkan Agen46. Bank BNI mengajak para masyarakat memanfaatkan sampah sebagai salah satu sumber penghasilan yang bisa di tabung dalam sistem perbankan.

“Lingkungan menjadi lebih bersih, sampah pun terpilah. Saat yang sama, Agen BNI46 pun dapat dioptimalisasikan, antara lain dengan pembukaan rekening tabungan BNI, baik BNI Taplus, Simpel (simpanan pelajar) maupun tabungan BNI Pandai. Program ini juga telah sukses mendigitalisasi transaksi di Bank Sampah,” ucap Direktur Bisnis Konsumer BNI Anggoro Eko Cahyo, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Dengan mengusung “Program Ayo Menabung dengan Sampah,” konsistensi Bank BNI mengembangkan Bank Sampah ini akhirnya mendapatkan penghargaan Padmamitra+ Award 2019 kategori Inovasi Digital, pada Selasa (5/11), yang diserahkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dimana tema yang diterapkan di kawasan DKI Jakarta ini dapat membuat banyak perubahan. Sebelumnya juga, BNI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 1 dan Pemda DKI berkolaborasi menggelar Gerakan Ayo Menabung dengan Sampah.

Terkait dengan inklusi keuangan, jumlah rekening Simpanan Pelajar (Simpel) per 30 September 2019 telah mencapai lebih dari 800.000 rekening. Yakni tumbuh lebih dari 45 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Bahkan jumlah dana yang dihimpun lebih dari Rp 57 miliar atau tumbuh 14 persen dibanding tahun lalu periode yang sama. Yang berarti jumlah ini termasuk di dalamnya sekitar 150.000 rekening Simpel yang telah dihasilkan dalam pilot project Program Ayo Menabung dengan Sampah di Jakarta Barat dan Utara sejak tahun lalu.

Respon positif dari kalangan siswa ini memberikan rasa optimisme pada generasi muda mendatang yang lebih peduli terhadap lingkungan, dan implementasi Program OJK “one student one account” secara lebih luas.

Dan tentunya program yang diadakan oleh BNI ini diharapkan dapat diterapkan dikawasan kawasan lainnya.

Sumber: info-ambon.com

Posisi Direktur Utama BNI Masih Diduduki Achmad Baiquni

Related image
Google.com

Hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. memutuskan untuk merombak susunan direksi.

Dimana susunan direksi yang diberhentikan dengan hormat Direktur Bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dan Jaringan Catur Budi Harto. Posisi tersebut digantikan oleh Tambok P. Setyawati yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Konsumer BNI. Serta posisi Direktur Bisnis Konsumer kini diisi oleh Ario Bimo yang sebelumnya posisi ini diisi oleh Anggoto Eko Cahyo.

Namun, dalam rapat ini RUPSLB BNI tidak mengubah posisi direktur utama yang diisi oleh Achmad Baiquni dan wakil direktur yang diisi oleh Herry Sidharta. 

Dalam perombakan susunan direksi ini, Achmad Baiquni selaku Direktur Utama BNI menjelaskan bahwa semua ini telah dilakukan dengan banyaknya pertimbangan. Seperti mempertimbangkan pengalaman yang dimiliki oleh pihak yang terpilih

“Seperti Pak Bob yang bertukar posisi dengan Pak Rico pernah punya pengalaman di divisi internasional maupun cabang luar negeri,” ucap Baiquni usai RUPSLB di Jakarta, Jumat (30/8/2019).

Berdasarkan RUPSLB, Bob Tyasika Ananta yang sebelumnya menjabat sebagai direktur manajemen risiko bertukar posisi dengan Rico Budidarmo yang sebelumnya menjabat sebagai direktur tresuri dan internasional.

Tak hanya susunan direksi saja yang diubah, dalam RUPSLB BNI juga Marwanto Harjowiryono diberhentikan sebagai komisaris perseroan. Posisi tersebut kini diisi oleh Askolani.

PLN Nyatakan Siap Bertanggung Jawab Atas Tewasnya Bocah di Penjaringan

Hasil gambar untuk PLN Nyatakan Siap Bertanggung Jawab Atas Tewasnya Bocah di Penjaringan
Google.com

Tewasnya seorang anak kecil di Rusun Penjaringan RW 06, Jakarta Utara akibat tersetrum, membuat pihak keluarga menuntut untuk meminta pertanggungjawaban

Dan mendengar hal ini, Pihak Perusahaan Listik Negara (PLN) dan pengelola rumah susun (Rusun) Penjaringan menyatakan siap bertanggung jawab.

"PLN siap mempertanggung jawabkan sesuai wewenang yang dimiliki," kata Manajer PLN UP3 Bandengan Matias Haryanto di Rusun Penjaringan Jakarta, Kamis (5/12/2019) malam.

Melansir dari laman Akurat, ketika mendapat berita duka tersebut, Matias langsung menuju lokasi kejadian. Menurut dia, yang dilakukan PLN dimana pihaknya harus hadir akibat kecelakaan yang disebabkan energi listrik. Selain itu, agar keluarga korban dapat nyaman mengurus segala urusan.

"Urusan PLN salah atau benar itu ranah penyidikan kepolisian," ujar Matias.

Matias mengungkapkan telah ada beberapa orang, baik dari PLN maupun dinas perumahan dan pemukiman yang diperiksa di Polsek penjaringan. Kasus tersebut sudah masuk ke ranah hukum dan sudah dilakukan berita acara pemeriksaan (BAP).

Hal senada disampaikan Kasub Keuangan Rusun Penjaringan Lili Mulyono bahwa semua pihak tidak menginginkan adanya musibah tersebut. Walaupun korban bukan merupakan penghuni Rusun, tetapi warga di sekitar yang bermain di area Rusun.

"Musibah ini bukan merupakan keinginan kita, mudah-mudah pihak keluarga menerima musibah ini. Sampai saat ini, belum ada permohonan atau permintaan dari pihak keluarga," kata Lili.

Sumber: Akurat.co 

Seorang Pria Ditemukan Gantung Diri di Parkiran Disdikbud Belitung

Hasil gambar untuk Seorang Pria Ditemukan Gantung Diri di Parkiran Disdikbud Belitung
Google.com

Pada Kamis, (5/12/2019), kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung, Provinsi Kepualauan Bangka Belitung, dikejutkan dengan tewasnya seorang pria di halaman parkir dalam kondisi gantung diri.

Melansir dari laman Akurat, pria ini diketahui merupakan warga asal Pangkalpinang, Kelurahan Semabung Baru, Kecamatan Bukit Intan yang bernama Renol (35). Menurut Kasat Reskrim Polres Belitung, AKP Erwan Yuda Prakasa, pemeriksaan polisi menemukan adanya luka sayatan akibat benda tajam pada pergelangan tangan kiri tubuh korban.

"Ada luka sayatan di pergelangan tangan, dan tidak jauh dari korban juga ditemukan sebilah pisau," Ucap Kasat Reskrim Polres Belitung, AKP Erwan Yuda Prakasa.

Ia mengatakan, di saku celana korban juga ditemukan uang dengan total Rp126 ribu.

"Uang sebesar Rp76 ribu di kantong celana kanan dan Rp50 ribu uang logam yang dibungkus plastik pada celana kiri," katanya pula.

Selanjutnya, polisi juga mengamankan barang bukti lain berupa pisau gagang berwarna oranye, jaket merah, ikat pinggang hitam, kaos hitam, celana jin, sepeda motor Honda putih BN 7394 FI, STNK nama Samia, dan kartu anggota Forum Pasar Ikan Peduli.

"Saat ini jasad korban berada di RSUD Marsidi Judono untuk dilakukan visum," ujarnya pula.

Sumber: Akurat.co 

Bocah 7 Tahun Tewas Akibat Tersetrum, Ini Kata Pihak PLN

Hasil gambar untuk bocah tersetrum pln
Google.com

Seorang anak laki-laki berumur 7 tahun diketahui tewas di lokasi pembongkaran Rusun Penjaringan RW 06, Jakarta Utara. Diduga korban tersetrum aliran listrik saat bermain bersama teman-temannya dan jatuh di kubangan air yang terdapat kabel listrik berserakan.

Adanya pemberitaan tersebut membuat Manajer PLN UP3 Bandengan Matias Haryanto membernarkannya. Dimana menurutnya, di lokasi bongkaran Rusun Penjaringan, hanya gardu PLN satu-satunya bangunan yang tersisa dan tidak dibongkar.

"Saya lihat jaringan listriknya dari sumber gardu PLN, sementara kejadian kesetrum di luar dari standar operasional prosedur (SOP) yang sudah dilakukan PLN, biar penyidik kepolisian yang memberikan hasilnya," kata Matias Rusun Penjaringan Jakarta, Kamis (5/12/2019) malam.

Lanjutnya, seperti yang dilansir dari laman Akurat, ternyata ada jalur kabel yang masih ada. Hal ini baru diketahui saat pemeriksaan setelah kejadian.

Atas kejadian ini, pihak keluarga korban meminta tanggung jawab kepada perusahaan listrik tersebut.

"Kita minta bertanggung jawab pihak PLN, pihak rumah susun dan perusahaan, jangan sampai terulang lagi," kata paman korban, Madrofik di rumah duka, Jalan Tanjung Wangi RT 12/RW 12, Kamis malam.

Sepengetahuan dia, bangunan yang sudah dibongkar, tidak diketahui apakah ada aliran listrik atau tidak. Apalagi kondisinya sudah kosong seperti di lokasi kejadian.

"Biasanya kalau dibongkar ditutup pakai seng, kok ini bisa terbuka begitu, kan ada keteledoran," tegas Madrofik.

Sumber: Akurat.co